Sepatu peninggalan suku aborigin Australia ini terbuat dari darah manusia dan bulu unggas. Kurdaitcha adalah kelompok yang bertugas sebagai algojo dalam masyarakat Aborigin kuno. Isitlah ini berasal dari suku Aborigin yang mendiami wilayah Autralia Utara. Sementara di Australia bagian selatan, sepatu tersebut disebut intathurta.
Interlinia atau intathurta terbuat dari campuran bulu burung emu yang dijalin dengan rambut manusia, kemudian direkatkan dengan darah manusia. Namun proses pembuatan sepatu ini sendiri masih menimbulkan tanda tanya bagi para peneliti. Bagaimana mungkin darah saja bisa merekatkan bulu dan rambut pada sepatu.
Sepatu ini dianggap sakral, hanya boleh dikenakan oleh para kurdaitcha saat hendak menjalankan ritual kutukan. Suku Aborigin menjatuhkan hukuman mati kepada orang yang dianggap bersalah dengan kutukan. Sebelum memakai sepatu ini, kurdaitcha harus menjalani ritual khusus.
Silahkan Gunakan Facebook Comment, Jika Anda Tidak Memiliki Blog









0 komentar:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.